Minggu, 15 September 2013

"CERITA LUCU"
::: Kakek dan Teknologi :::

Satu keluarga sedang makan malam. Mereka bahagia dan tertawa-tawa gembira. Si Ibu keselek saking senangnya. Oh, masing-masing tertawa pada layar hape. Selama makan malam, yang terdengar hanya denting sendok garpu, minuman yang disedot, cekikikan kecil, dan suara keypad handphone. Harmonis kah?

Papa sibuk kirim imel, mama main Facebook, anak pertama ngakak baca update-an Twitter, anak kedua menyumpal kuping dengan earbud, gembira sekali. Anak bungsu bibirnya monyong-monyong. Lagi membantai tentara Iraq di PSP, katanya. Ow, nenek gak mau kalah! Dia dengerin radio, dari hape juga.

Kakek memperhatikan mereka satu per satu. Bibir menyunggingkan senyum. Tapi mata menyiratkan duka. Dia melirik satu majalah, dan membaca judulnya, pelan. Untung judul artikel itu hurufnya besar. Kakek tak membutuhkan kacamata bacanya.

“Teknologi: Mendekatkan yang jauh. Menjauhkan yang dekat?”

Kakek menarik napas dalam. Hidungnya samar-samar membaui aroma kopi tubruk, tawa hangat, pelukan sahabat, dan percakapan di tengah malam buta. Aroma kopi terus menghanyutkan pikiran kakek, menuntunnya ke labirin masa lalu. Di masa semua masih sederhana, dan satu pelukan masih berharga. Kakek ingat saat berdebat dengan Nenek, menyekolahkan Papa ke UI, atau ITB? Membeli rumah di pinggiran kota, atau di tengah kota? Sekarang, nenek lebih cinta dengan hp ber- radionya. Kakek mendesah.

Hembusan dingin di tengkuk melemparkan Kakek ke sofa empuk masa kini. AC kafe ini sangat dingin. Sedingin istri-anak-cucunya. Salah siapa? Tiba-tiba Papa berseru senang. Suara pertama yang dia keluarkan. ” YES! Tender berhasil! Thank you BlackBerry” Kakek berharap, dia yang dipeluk, bukan si BlackBerry. Tak lama, Mama juga berteriak “Aku dapet kristal baru! Diskon 50%! Thanks, FB!” Kakek ikut senang, walau dia tak mengerti, apa itu fb?

Makan malam selesai. Papa yang membayar. Semua senang. “Papa, minggu depan ikut lagi, ya? Kan enak kalo kumpul gini..” Kakek tersenyum. Pahit. Buat Kakek, makna berkumpul adalah ngobrol dengan manusia. Bukan menertawai layar hp, olahraga jempol, menyumpal kuping dan senyum sendiri. Ah, tapi Kakek tetap senang masih bisa berkumpul. Keluarga. Itu yang terpenting. Teknologi tak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hangat dan senyum tulus.

Kakek sudah tak sabar makan malam bersama lagi. Dia punya satu rencana besar. Begitu bergairahnya, jemari Kakek sampai bergetar. Tremor.

Tapi, tak pernah lagi Kakek diajak makan malam bersama. Kakek sedih. Keluarganya memusuhinya. Padahal, Kakek berniat baik. Papa terpaksa harus beli 5 hape lagi, satu PSP buat si bungsu, dan satu iPod baru. Kakek telah melempar barang-barang itu ke panci Shabu-shabu.

Walaupun sedih, Kakek senang. Tindakannya sudah membuat mereka semua “berkomunikasi”. Face to face, tanpa bantuan teknologi.

Sebelum meninggalkan mereka yang sedang marah-marah, Kakek bilang “Teknologi harusnya mendekatkan yang jauh, dan semakin mendekatkan yang dekat.”

— Broken gadget, that you can replace easily. But we only have limited time with family. They won’t stay with you forever.—
Sumber : Google.com
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI ( AL-QUR'AN HADITS )

       Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dari masa ke masa senantiasa berkembang. Kemajuan teknologi hendaknya membuat kita terpacu untuk terus belajar agar tidak tertinggal dari bangsa - bangsa lain. Kemajuan tersebut tidhttp://www.4shared.com/file/LK-sxYSW/MODUL_PTK_-_ICT_KLS_XII_IPS_1.html?ak lepas dari segala yang Allah ciptakan sebagai pertanda bagi manusia.

       Allah telah memberi petunjuk kepada manusia untuk senantiasa belajar dan menggali ilmu pengetahuan melalui ciptaan-Nya. Allah mengisyaratkan hal tersebut di dalam Al-Qur'an. Sebagai contoh adalah adanya hujan yang turun dari langit. 







Apabila diteliti, maka hujan tersebut berasal dari awan, sedangkan awan berasal dari air yang menguap karena panas matahari. Selain itu, masih banyak lagi fenomena-fenomena yang Allah ciptakan agar manusia mau belajar. Fenomena apa saja yang telah Anda pelajari? Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari fenomena tersebut?




Al-Qur’an merupakan firman Allah yang mengandung berbagai aspek kehidupan, baik aspek hukum, sejarah, aqidah( keimanan), eskatologi,maupun isyarat tentang pengetahuan. Semua itu diperuntukan bagi manusia agar dijadikan pedoman hidup sehingga kehidupannya lebih baik dan mendapat rahmat dari Allah SWT.
Di dalam Al Qr’an ada isyarat ilmu pengetahuan yang perlu digali oleh manusia. Isyarat ilmu pengetahuan itu masih bersifat global sehingga memerlukan kesungguhan manusia untuk meneliti atau melakukan eksperimen untuk dapat menyingkap isi kandungannya. Sebagai contoh ayat Al Qur’an yang berisi isyarat ilmu pengetahuan adalah ayat-ayat berikut:
A. Surat Al-'Alaq Ayat 1 - 5
     1. Baaan Surat Al-Alaq ayat 1-5




        Terjemahanya dan tafsiranya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (ayat 1). Dari suku kata pertama saja yaitu “bacalah”, telah terbuka kepentingan pertama dalam perkembangan agama ini selanjutnya. Nabi Muhammad disuruh untuk membaca wahyu yang akan diturunkan kepada beliau atas nama allah, tuhan yang telah menciptakan. Yaitu “Menciptakan manusia dari segumpal darah” (ayat 2). Yaitu peringkat yang kedua sesudah nuthfah. Yaitu segumpal air yang telah berpadu dari mani si laki-laki dengan mani si perempuan yang setelah 40 hari lamanya, air itu akan menjelma menjadi segumpal darah dan dari segumpal darah itu kelak setelah 40 hari akan menjadi segumpal daging. “Bacalah, dan tuhanmu itu adalah maha mulia” (ayat 3). Setelah pada ayat pertama beliau menyuruh membaca dengan nama allah yang menciptakan manusia dari segumpal darah, diteruskan lagi menyuruh membaca diatas nama tuhan. Sedang nama tuhan yang selalu akan diambil jadi sandaran hidup itu ialah allah yang maha mulia, maha dermawan, maha kasih dan saying kepada mahluknya. “Dia yang mengajarkan dengan kalam” (ayat 4). Itulah istimewanya tuhan itu lagi. Itulah kemulianya yang tertinggi.Yaitu diajarkanya kepada manusia berbagai ilmu, dibukanya berbagai rahasia, diserahkanya berbagai kunci untuk pembuka perbendaharaan allah yaitu dengan qalam. Dengan pena disamping lidah untuk membaca, tuhanpun mentaksirkan pula bahwa dengan pena ilmu dapat dicatat. Pena itu kaku dan beku serta tidak hidup namun yang dituliskan oleh pena itu adalah berbagai hal yang dapat difahami oleh manusia “Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak tahu” (Ayat 5). Terlebih dahulu allah ta’ala mengajar manusia mempergunakan qalam. Sesudah dia pandai mempergunakan qalam itu banyaklah ilmu pengetahuan diberikan oleh allah kepadanya, sehingga dapat pula dicatat ilmu yang baru didapatnya itu dengan qalam yang sudah ada dalam tanganya.
                      Surah Al-'Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril ketika sedang berkhalwat di Gua Hira. dalam belajar kita harus senantiasa memohon petunjuk kepada Allah, karena pada dasarnya segala ilmu pengetahuan berasal dari Allah semata. tanpa karunia Nya mustahil manusia dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang dikehendaki. Oleh karena itu, selain berusaha dengan belajar yang sungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah, hendaknya manusia senantiasa berdo'a kepada Allah agar ilmu yang dipelajari mudah diserap dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
         Dari ayat - ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Ilmu Pengetahuan dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan belajar sungguh menggunakan potensi-potensi yang diberikan oleh Allah. kepada kita dan ilmu yang diperoleh tanpa usaha manusia, seperti yang diperoleh melalui ilham, intuisi, dan wahyu Ilahi. Ilmu yang diperoleh dengan cara kedua ini hanya diberikan kepada hamba Allah yang benar-benar dekat dengan-Nya serta kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
      1. Bacaan surat Yunus ayat 101
 



Artinya : “Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda (kekuasaan Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. ” (QS Yunus : 101)






2. Isi kandungan
Dalam ayat ini Allah menjelaskan perintah-Nya kepada rasul Nya agar dia menyuruh kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala mereka dan dengan akal budi mereka segala yang ada di langit dan di bumi. Mereka diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan bintang-bintang, matahari dan bulan yang menyinari bumi, keindahan pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanam-tanaman, dan pohon-pohonan dengan buah-buahan yang beraneka warna dan rasa. Hewan-hewan dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam hidup diatas bumi, memberi manfaat yang tidak sedikit kepada manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang terdiri dari gurun pasir, lembah yang terjal, dataran yang luas, samudera yang penuh dengan berbagai ikan yang semuanya itu terdapat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berfikir dan yakin kepada penciptanya. Semua ciptaan Allah tersebut, apabila dipelajari dan diteliti akan melahirkan pengetahuan bagi manusia.

Akan tetapi mereka yang tidak percaya adanya pencipta alam ini, membuat semua tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini tidak akan bermanfaat baginya meskipun telah diperingatkan oleh para nabi dan para rasul. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu, yang tidak percaya akan adanya Allah. Bahkan, mereka menyembah ciptaan-ciptaan Allah, seperti bulan dan bintang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa syarat utama untuk memperoleh ilmu pengetahuan tentang ciptaan - ciptaan Allah yang berada di seluruh alam semesta ini adalah beriman kepada Allah swt.


 Sumber : MifSA_Setia.blogspot.com