Minggu, 15 September 2013
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI ( AL-QUR'AN HADITS )
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dari masa ke masa senantiasa
berkembang. Kemajuan teknologi hendaknya membuat kita terpacu untuk
terus belajar agar tidak tertinggal dari bangsa - bangsa lain. Kemajuan tersebut tidhttp://www.4shared.com/file/LK-sxYSW/MODUL_PTK_-_ICT_KLS_XII_IPS_1.html?ak lepas dari segala yang Allah ciptakan sebagai pertanda bagi manusia.
Allah
telah memberi petunjuk kepada manusia untuk senantiasa belajar dan
menggali ilmu pengetahuan melalui ciptaan-Nya. Allah mengisyaratkan hal
tersebut di dalam Al-Qur'an. Sebagai contoh adalah adanya hujan yang
turun dari langit.
Apabila
diteliti, maka hujan tersebut berasal dari awan, sedangkan awan berasal
dari air yang menguap karena panas matahari. Selain itu, masih banyak
lagi fenomena-fenomena yang Allah ciptakan agar manusia mau belajar.
Fenomena apa saja yang telah Anda pelajari? Pelajaran apa yang Anda
dapatkan dari fenomena tersebut?
Al-Qur’an
merupakan firman Allah yang mengandung berbagai aspek kehidupan, baik
aspek hukum, sejarah, aqidah( keimanan), eskatologi,maupun isyarat
tentang pengetahuan. Semua itu diperuntukan bagi manusia agar dijadikan
pedoman hidup sehingga kehidupannya lebih baik dan mendapat rahmat dari
Allah SWT.
Di
dalam Al Qr’an ada isyarat ilmu pengetahuan yang perlu digali oleh
manusia. Isyarat ilmu pengetahuan itu masih bersifat global sehingga
memerlukan kesungguhan manusia untuk meneliti atau melakukan eksperimen
untuk dapat menyingkap isi kandungannya. Sebagai contoh ayat Al Qur’an
yang berisi isyarat ilmu pengetahuan adalah ayat-ayat berikut:
A. Surat Al-'Alaq Ayat 1 - 5
1. Baaan Surat Al-Alaq ayat 1-5
1. Baaan Surat Al-Alaq ayat 1-5
Terjemahanya
dan tafsiranya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang
menciptakan” (ayat 1). Dari suku kata pertama saja yaitu “bacalah”, telah
terbuka kepentingan pertama dalam perkembangan agama ini selanjutnya. Nabi
Muhammad disuruh untuk membaca wahyu yang akan diturunkan kepada beliau atas
nama allah, tuhan yang telah menciptakan. Yaitu “Menciptakan manusia dari
segumpal darah” (ayat 2). Yaitu peringkat yang kedua sesudah nuthfah. Yaitu
segumpal air yang telah berpadu dari mani si laki-laki dengan mani si perempuan
yang setelah 40 hari lamanya, air itu akan menjelma menjadi segumpal darah dan
dari segumpal darah itu kelak setelah 40 hari akan menjadi segumpal daging.
“Bacalah, dan tuhanmu itu adalah maha mulia” (ayat 3). Setelah pada ayat
pertama beliau menyuruh membaca dengan nama allah yang menciptakan manusia dari
segumpal darah, diteruskan lagi menyuruh membaca diatas nama tuhan. Sedang nama
tuhan yang selalu akan diambil jadi sandaran hidup itu ialah allah yang maha
mulia, maha dermawan, maha kasih dan saying kepada mahluknya. “Dia yang
mengajarkan dengan kalam” (ayat 4). Itulah istimewanya tuhan itu lagi. Itulah
kemulianya yang tertinggi.Yaitu diajarkanya kepada manusia berbagai ilmu,
dibukanya berbagai rahasia, diserahkanya berbagai kunci untuk pembuka
perbendaharaan allah yaitu dengan qalam. Dengan pena disamping lidah untuk
membaca, tuhanpun mentaksirkan pula bahwa dengan pena ilmu dapat dicatat. Pena
itu kaku dan beku serta tidak hidup namun yang dituliskan oleh pena itu adalah
berbagai hal yang dapat difahami oleh manusia “Mengajari manusia apa-apa yang
dia tidak tahu” (Ayat 5). Terlebih dahulu allah ta’ala mengajar manusia
mempergunakan qalam. Sesudah dia pandai mempergunakan qalam itu banyaklah ilmu
pengetahuan diberikan oleh allah kepadanya, sehingga dapat pula dicatat ilmu
yang baru didapatnya itu dengan qalam yang sudah ada dalam tanganya.
Surah Al-'Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu yang pertama kali diterima oleh
Nabi Muhammad dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril ketika
sedang berkhalwat di Gua Hira. dalam belajar kita harus senantiasa
memohon petunjuk kepada Allah, karena pada dasarnya segala ilmu
pengetahuan berasal dari Allah semata. tanpa karunia Nya mustahil
manusia dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang dikehendaki. Oleh karena
itu, selain berusaha dengan belajar yang sungguh-sungguh dan tidak mudah
menyerah, hendaknya manusia senantiasa berdo'a kepada Allah agar ilmu
yang dipelajari mudah diserap dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari ayat - ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Ilmu
Pengetahuan dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan belajar
sungguh menggunakan potensi-potensi yang diberikan oleh Allah. kepada
kita dan ilmu yang diperoleh tanpa usaha manusia, seperti yang diperoleh
melalui ilham, intuisi, dan wahyu Ilahi. Ilmu yang diperoleh dengan
cara kedua ini hanya diberikan kepada hamba Allah yang benar-benar dekat
dengan-Nya serta kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
1. Bacaan surat Yunus ayat 101
Artinya : “Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda (kekuasaan Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. ” (QS Yunus : 101)
2. Isi kandungan
Dalam
ayat ini Allah menjelaskan perintah-Nya kepada rasul Nya agar dia
menyuruh kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala mereka dan
dengan akal budi mereka segala yang ada di langit dan di bumi. Mereka
diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan
bintang-bintang, matahari dan bulan yang menyinari bumi, keindahan
pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan
bumi yang mati, menumbuhkan tanam-tanaman, dan pohon-pohonan dengan
buah-buahan yang beraneka warna dan rasa. Hewan-hewan dengan bentuk dan
warna yang bermacam-macam hidup diatas bumi, memberi manfaat yang tidak
sedikit kepada manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang
terdiri dari gurun pasir, lembah yang terjal, dataran yang luas,
samudera yang penuh dengan berbagai ikan yang semuanya itu terdapat
tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang
berfikir dan yakin kepada penciptanya. Semua ciptaan Allah tersebut,
apabila dipelajari dan diteliti akan melahirkan pengetahuan bagi
manusia.
Akan
tetapi mereka yang tidak percaya adanya pencipta alam ini, membuat
semua tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini tidak akan
bermanfaat baginya meskipun telah diperingatkan oleh para nabi dan para
rasul. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu, yang
tidak percaya akan adanya Allah. Bahkan, mereka menyembah
ciptaan-ciptaan Allah, seperti bulan dan bintang.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa syarat utama untuk memperoleh ilmu pengetahuan tentang ciptaan - ciptaan Allah yang berada di seluruh alam semesta ini adalah beriman kepada Allah swt.
Sumber : MifSA_Setia.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)

